Gejala-dan-penyebab-penyakit-maagPernahkah anda terkena sakit maag? Jika pernah tentunya sangat tidak nyaman saat penyakit tersebut kambuh, kita akan merasakan mual dan sakit dibagian perut. Risiko terkena sakit maag cenderung meningkat apabila kita tidak menjaga pola makan secara teratur. Apalagi di jaman serba cepat saat ini kita cenderung menunda makan hanya untuk menyelesaikan sebuah kegiatan. Jika kita tidak segera menyadarinya maka jangan heran, cepat atau lambat kita akan terserang sakit maag. Kondisi demikian kadang juga tidak serta merta menyadarkan kita, kita cenderung lebih mengutamakan pekerjaan kita dibanding kesehatan kita sendiri sehingga mengabaikan bahaya sakit maag.

Terlebih dahulu saya akan menjelaskan bagaimana kita bisa terkena sakit maag. Sakit maag sendiri diawali ketika lambung mengalami luka, dimana luka / iritasi tersebut terjadi pada lapisan mukosa lambung. Luka atau iritasi ini sendiri terjadi karena produksi asam lambung yang tinggi dan pada saat yang bersamaan lambung berada pada kondisi kosong (tidak ada makanan). Produksi asam lambung yang tinggi kemudian membuat kita merasa mual dan jika kondisinya sangat parah bisa menyebabkan muntah.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kita terkena sakit maag?

Sebenarnya sakit maag sendiri memiliki gejala umum dimana sebagian besar kita bisa mendeteksinya. Berikut ini gejala umum dari sakit maag

  1. Munculnya rasa mual yang sangat tidak nyaman pada perut. Beberapa gejala lain juga timbul rasa ingin muntah
  2. Timbul rasa nyeri pada ulu hati diselingi dengan sedikit sesak nafas
  3. Perut terasa kembung karena banyak gas dan sering bersendawa
  4. Nafsu makan menurun seiring meningkatnya rasa mual pada perut
  5. Untuk pengidap sakit maag parah, penderita biasanya merasa pusing, muncul keringat dingin. Tidak jarang penderita sakit maag parah akan muntah disertai darah berwarna hitam karena pendarahan pada lambung.

Banyak sekali penyebab dari sakit maag diantaranya

Pola makan tidak teratur
makan tepat waktu
Pola makan secara tidak teratur seringkali menjadi penyebab paling sering terjadi, tentu saja ini berkaitan dengan kurangnya kesadaran kita akan pola hidup sehat. Pola makan tidak teratur berupa terlambat makan menyebabkan lambung memproduksi asam lambung berlebih sehingga menyebabkan sakit maag

Mengkonsumsi obat kimia
obat penyebab sakit maag
Pernahkan anda merasa mual / perih seusai meminum obat? Kalau pernah berarti obat tersebut merangsang sakit maag yang mungkin pernah anda derita sebelumnya.

Alkohol
minuman alkohol menyebabkan sakit maag
Meminum alkohol secara berlebihan bereaksi melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan. Hal ini jelas memicu sakit maag sehingga kita sebaiknya menghindari untuk minum minuman beralkohol.

Makanan pedas
makanan penyebab sakit maag
Mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, atau makan dalam porsi yang terlalu besar juga dapat menyebabkan sakit maag. Makanan jika terlalu pedas akan melukai lapisan dalam lambung. Hal ini memancing produksi asam lambung

Stress
Stress penyebab sakit maag
Depresi, stress yang diakibatkan dari berbagai masalah lama kelamaan akan memicu sakit maag. Ini disebabkan stress juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta mempengaruhi laju produksi asam lambung.

Lalu bagaimana cara mencegah sakit maag?
pola makan teratur
Kesadaran kita akan pola makan teratur dan pola istirahat yang cukup adalah solusi terbaik dalam mencegah sakit maag. Luangkanlah sebagian waktu anda untuk makan jika jam tersebut adalah waktunya makan. Jangan lupa untuk mencuci tangan dan peralatan makan serta jangan lupa untuk memilih makanan yang higienis. Dengan demikian anda akan terhindar dari sakit maag.

Untuk penderita sakit maag akan cenderung lebih mudah terserang sakit maag walaupun sudah mengatur pola makan dengan baik. Misalnya mereka akan langsung terkena sakit maag saat mengkonsumsi makanan asam dalam jumlah sedikit. Tentunya hal ini membutuhkan pengobatan / terapi penyembuhan. Tentang bagaimana cara mengobati sakit maag akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation