Minuman bernenergi belakangan ini mulai merajalela dan banyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman berenergi. Bahkan di Indonesia sendiri sudah dapat dihitung berapa banyak varian minuman berenergi nyang sudah keluar dan laris di pasaran. Kebanyakan para konsumen dari minuman berenergi tidak menyadari bahwa efek samping jangka panjang dari minuman berenergi dapat mengubah fungsi jantung.

energy drink, efek negatif minuman berenergi

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa kandungan dari kebanyakan minuman berenergi adalah taurin dan lafein, namun kandungan kafein tersebut jauh tiga kali lipat dari kafein yang ada dalam kopi dan cola. Efek dari mengkonsumsi kafein dengan jumlah besar memang dapat mempercepat detak jantung, jantung yang berdebar dan peningkatan tekanan darah oleh karena itu setelah meminum minuman berenergi maka tubuh kita akan dipaksa untuk bekerja lebih dengan cara meningkatkan tegangan dan tingkat regangan sistolik dari ventrikel kiri jantung yang menerima darah beroksigen dari paru-paru yang kemudian dipompa ke aorta untuk di distribusi ke seluruh tubuh.

Menurut salah satu tim peneliti Dr Dorner penelitian tersebut menemukan perbedaan besar yang terjadi pada tubuh seseorang setelah meminum minuman berenergi adalah denyut jantung, tekanan darah serta jumlah darah yang dipompa ventrikel kiri jantung.

Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa efek jangka pendek dari minuman berenergi adalah kontraktilitas dari jantung, dimana jantung lebih dipaksa untuk bekerja lebih cepat. Belum sampai disitu saja, senyawa dari minuman berenergi juga bisa membawa resiko jantung melalui bakteri usus.

Segala macam obat memang pasti mempunyai efek samping, namun jika anda lelah jangan terbiasa ataupun bergantung kepada minuman berenergi, karena kita tahu bahwa efek yang ditimbulkan cukup berbahaya. semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation