kurang tidurGaya hidup serba cepat membuat kita cenderung melupakan bagian penting dari kesehatan yaitu tidur. Sebagai seorang karyawan atau pelaku bisnis yang selalu dikejar target akan membuat kita kurang tidur hanya untuk menyelesaikan pekerjaan. “Sayang sekali tindakan tersebut justru akan memperbesar risiko penyakit stroke atau serangan jantung” ujar professor F. Cappuccio dari University of Warwick Medical School.

Pernyataan tersebut seolah terbukti dengan sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti University of Warwick kepada 475.000 responden dari 15 penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan di delapan Negara diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman dan Swedia. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa 48% responden yang memiliki jam tidur kurang dari enam jam berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung, sementara 15% berisiko terkena stroke bahkan meninggal.

Serangan Jantung
kurang tidur menyebabkan serangan jantung
Terganggunya hormon leptin dan ghrelin adalah penyebabnya. Kedua hormon tersebut bertanggung jawab terhadap nafsu makan. Ketika kurang tidur tubuh akan menurunkan kadar hormon leptin yang berperan dalam mengatur berat badan tubuh, fungsi metabolisme dan reproduksi sehingga kita akan cenderung tidak kenyang walaupun sudah makan dalam porsi yang cukup. Pada waktu yang sama hormon ghrelin akan merangsang kita akan merasa semakin lapar. Dengan demikian orang yang kurang tidur cenderung untuk makan semakin banyak dan selanjutnya menyebabkan kegemukan / obesitas sehingga risiko terkena stroke dan serangan jantung akan semakin besar.

Stress
stress akibat kurang tidur
Selain penyakit jantung dan stroke, kurang tidur juga menyebabkan stress berkepanjangan. Menurut penelitian dari University of Chicago, hormon kortisol akan meningkat seiring kebiasaan kita kurang tidur. Hormon ini bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan seperti meningkatnya detak jantung, tekanan darah dan gula dalam darah. Dengan demikian kita akan berisiko terkena hipertensi, stroke, serangan jantung dan juga diabetes tipe 2.

Depresi
tidak senang
Joyce Walsbelen, PhD seorang pakar kesehatan tidur menjelaskan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan adanya kabut tebal di dalam otak kita, dimana kabut tebal ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kita susah untuk senang. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Jawabannya karena kontrol tidur dan pusat emosi bekerja di daerah otak yang sama sehingga apabila kita kurang tidur maka secara otomatis otak akan membuat diri kita tidak bahagia bahkan depresi.

Cepat tua
cepat tua, jarang tidur
Kurang tidur juga menyebabkan wajah menjadi tampak tua, hal ini disebabkan karena aliran darah melambat seiring kebiasaan kurang tidur. Efek lain yang tampak ialah munculnya kantung mata sehingga mengurangi penampilan. Jyotsna Sahni seorang pakar kesehatan tidur menjelaskan bahwa selain meningkatkan hormon kortisol, kurang tidur juga memperlambat produksi kolagen sehingga cepat atau lambat akan menyebabkan keriput.

Nah setelah membaca penjelasan saya mengenai dampak dari kurang tidur tentunya tidak ada alasan bagi kita untuk lupa mengatur pola istirahat. Tentu saja hal ini demi kesehatan dan masa depan anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation