patah hati, galau, broken hearth

Ditinggal oleh orang yang di cintai merupakan sebuah hal yang sulit untuk diterima oleh seseorang. Memang hal tersebut sangat menyedihkan, sehingga banyak sebagian orang di dunia kehilangan minat untuk makan, tidur ataupun hal-hal penting yang dilakukanya setiap hari.

Sebuah penelitian di JAMA mencatatkan bahwa kadang-kadang, kesedihan dapat menyebabkan stres fisik tambahan dan juga bisa membuat orang kehilangan minat atau lupa untuk minum obat mereka.

Dr Sunil Shah, co-penulis dan dosen senior di St George University of London, mengatakan:

“Kita sering menggunakan istilah ‘patah hati’ untuk menandakan rasa sakit kehilangan orang yang dicintai dan penelitian kami menunjukkan bahwa kehilangan dapat memiliki efek langsung pada kesehatan jantung.”

Duka yang mendalam memang dapat meningkatkan risiko kardiovaskular. Ada bukti dari penelitian lain sebelumnya, bahwa kehilangan pasangan dan kesedihan dapat menyebabkan perubahan dalam pembekuan darah, tekanan darah dan denyut jantung, Dr Shah mengatakan.

“Selain itu, kami telah menemukan, dalam studi lain, yang dalam beberapa bulan pertama setelah kematian, orang mungkin tidak konsisten minum obat pencegahan reguler, seperti obat penurun kolesterol atau aspirin,” tambahnya.

Semua faktor ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kejadian kardiovaskular, dan Dr Shah mengatakan itu adalah penting bagi dokter, teman dan keluarga untuk menyadari risiko ini meningkat. Untuk itu seseorang haruslah bersifat terbuka terhadap teman dekat, keluarga dan orang di lingkungan terdekatnya. Hal tersebut memang penting. Karena, ketika seseorang mengalami hal tersebut, secara langsung orang-orang terdekatnya bisa memberikan motivasi, semangat dan hiburan agar kesedihan akan ditinggal sang kekasih tidak terus berlarut di dalam fikiranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation